Senin, 29 Oktober 2012

Kata Mutiara Cinta

Kata Mutiara Cinta - Berbicara masalah cinta memang tidak akan ada habisnya, karena Tuhan menciptakan manusia ini dengan Penuh Cinta sehingga manusia ini adalah makhluk hidup yang sempurna di ciptakan Tuhan di Dunia ini.

Hakekat CInta memang sangat luas dan banyak mempunyai makna yang tersendiri dalam kata Cinta, Bagi saya hanya ada satu cinta yang hakiki yaitu Cinta Pada Tuhan, Cinta pada manusia dan Cinta pada alam sekitar, karena bagaimanapun kita tidak terlepas dari ketiganya akan tetapi makna Cinta pada saat kita remaja yakni beda, yaitu Cinta pada lawan jenis entah cinta kepada laki-laki maupun perempuan dan mungkin pada saat remaja banyak orang yang menggebu-gebu untuk mencari makna Cinta kepada manusia, Okelah jangan banyak Omong daripada tambah ngawur kita langsung saja untuk membaca kata mutiara cinta dibawah ini.


Setetes kebencian di dalam hati
Pasti akan membuahkan penderitaan
Tapi setetes cinta di dalam relung hati
akan membuahkan kebahagiaan sejati

Kalahkan Kemarahan dengan Cinta Kasih
Kalahkan Kejahatan dengan Kebajikan
Kalahkan kekikiran dengan Kemurahan Hati
Kalahkan Kesombongan dengan Kejujuran
Nafsu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat
tapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan
kebahagiaan selamanya
Jika kita mencintai seseorang
Berusahalan untuk tampil apa adanya
karena Cinta sejati selalu dapat
Menerima Kelebihan dan Kekurangan
Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta,
Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya
Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita
tak bisa mencintai lagi
Luruhnya hati bukanlah suatu dosa, Maka Jangan Pernah
Takut untuk Jatuh Cinta
Cinta Tak Harus Saling Memiliki
Kadang Kala Mereka Harus Melepaskan Cinta Tersebut
Karena Cinta yang Sejati Selalu Ingin Membahagiakan
Orang Yang dicintai
Cinta itu seperti art yg indah dan agung,
berbahagialah yg pernah mendapatkannya meskipun tidak abadi
Cinta tidak membuat dunia berputar
Cinta inilah yang membuat perjalanan tersebut berharga
Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain,
tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama.
Bel bukanlah bel sebelum engkau membunyikannya
Lagu bukanlah lagu sebelum engkau menyanyikannya
Cinta di dalam hatimu tidak diletakkan untuk tinggal di sana
Cinta bukanlah cinta sebelum engkau memberikannya
Nafsu adalah emosi
Cinta adalah pilihan
Cara untuk mencintai sesuatu adalah dengan menyadari
Bahwa sesuatu itu mungkin hilang
Cinta adalah kunci induk yang membuka gerbang kebahagiaan
Kekasih yang bijaksana tidak menghargai hadiah dari kekasihnya
Sebesar cinta dari si pemberi
Jika anda ingin dicinta, mencintalah
dan jadilah orang yang pantas dicinta
Di antara mereka yang saya sukai atau kagumi,
saya tidak dapat menemukan suatu kesamaan
Tetapi di antara mereka yang saya kasihi,
saya dapat menemukannya: mereka semua membuat saya tertawa
Persahabatan sering berakhir dengan cinta
Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan
Kita harus sedikit menyerupai satu sama lain
untuk mengerti satu sama lain
Tetapi kita harus sedikit berbeda
Untuk mencintai satu sama lain
Cinta yang belum matang berkata:
“Aku cinta kamu karena aku butuh kamu”
Cinta yang sudah matang berkata:
“Aku butuh kamu karena aku cinta kamu”
Cinta memasukkan kesenangan dalam kebersamaan
kesedihan dalam perpisahan harapan pada hari esok kegembiraan di dalam hati
Siapa pun yang mempunyai hati penuh cinta selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan
Cinta sejati dimulai ketika tidak sesuatu pun diharapkan sebagai balasan
Segera sesudah kita belajar mencinta
Kita akan belajar untuk hidup
Cinta…
Jika anda memilikinya, anda tidak memerlukan sesuatu pun yang lain
Dan jika anda tidak memilikinya, apa pun yang lain yang anda miliki tidak banyak berarti
Cinta tidak dapat dipaksakan
Cinta tidak dapat dibujuk dan digoda
Cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari
Cobalah bernalar tentang cinta dan engkau pun
akan kehilangan nalarmu
Lebih mudah mengubah persahabatan menjadi cinta, daripada mengubah cinta menjadi persahabatan
Seorang wanita yang berpura-pura menertawai cinta itu seperti seorang anak kecil yang menangis di malam hari karena ketakutan
Terkadang cinta yang baru malah datang dari kawan lama. Terkadang kekasih yang baik adalah orang yang selalu ada untuk kita.
 Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya; dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.
 Hal yang paling penting dilakukan di dunia ini adalah mendapatkan makanan, minuman dan seseorang yang mencintaimu.
Setelah meneliti orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai, kami menemukan orang yang dicintai jarang sekali mencoba menipu orang lain
Semoga Kata-kata Mutiara Cinta diatas bisa menyejukan hati anda
Read More ->>

Asking Question


Asking questions is a natural feature of communication, but also one of the most important tools which teachers have at their disposal. Questioning is crucial to the way teachers manage the class, engage students with content, encourage participation and increase understanding. Typically, teachers ask between 300-400 questions per day, however the quality and value of questions varies. While questioning can be an effective tool, there is both an art and science to asking questions.
Every question demands a response (except in the case of requests and suggestions), so that questions inevitably generate communication. However the quantity of questions asked needs to be considered in relation to general time constraints and the need to keep teacher talking time to a minimum while maximising learner contributions.
  • Types of questions
  • Purposes of questions
  • Effective questioning
  • Conclusion

Types of questions
There have been a number of typologies and taxonomies of questions. Socratic questioning, exemplified by Paul’s taxonomy, forms the basis of eliciting, while Bloom’s taxonomy identifies six types of questions by which thinking skills may be developed and tested. In the context of language teaching and learning, Bloom himself maintained that;"The major purpose in constructing a taxonomy of educational objectives is to facilitate communication..." Classroom questions tend to fall into two broad categories:

Display questions. These are designed to elicit learners’ prior knowledge and to check comprehension. They often focus on the form or meaning of language structures and items, and the teacher already knows the answer.
  • What does ..... mean?
  • When do we use .....?
  • What comes after .....?
  • What’s the opposite of .....?
  • Where’s the stress in .....?

Referential questions. These require the learner to provide information, give an opinion, explain or clarify. They often focus on content rather than language, require ‘follow-up’ or ‘probe’ questions, and the answer is not necessarily known by the teacher.
  • What do you think about .....?
  • Have you ever....when/where .....?
  • If you had .....what.....?
  • What kind of .....?
  • How do you .....?

The best referential questions are those that are ‘divergent’ or ‘open-ended’ in that they are broad, may have multiple answers, and require a higher level of thinking from the learners.
Open-ended questions are ideal for developing skills such as inferring, predicting, verifying and summarising, as well as eliciting more language. ‘Convergent’ or ‘closed’ questions have more narrowly defined correct answers which can be recalled from memory and require little reflection or originality. Closed questions are common in conventional tests.
Purposes of questions
Questions have a variety of purposes often related to the type and stage of a lesson.
  • During the lead-in to a lesson, referential questions form the basis of brainstorming a topic, generating interest and topic-related vocabulary. Student’s responses may be recorded as a mind-map on the board, or as the first phase of a ‘what we know / what we would like to know/ what we know now’ framework, particularly in receptive skills based lessons where predicting content is a useful pre-reading / listening activity.
  • When language is being presented, questions are used to elicit students’ prior knowledge, and guide them into recognising patterns and forming hypotheses about how the language is used. ‘Noticing’ questions are used to help learners identify language in context (‘What language does he use to talk about his plans?’, ‘How does she make a promise?’)
  • Meaning and understanding need to be checked before language is practised. Concept-checking questions (CCQs) should demand short answers, be simple and asked often (‘Is he talking about the past, present or future?’, has the action finished?’, ‘Is time important?’, ‘ıs the meaning positive or negative?’ (Checking meaning and understanding is the subject of another article on this site.)
  • Question-response is a common form of guided oral practice. Nomination is often essential in this stage, but the traditional ‘lockstep’ pattern of interaction should be minimised by asking students to ask and answer questions in open pairs across the class and in closed pairs. Student involvement nay be increased by asking students to nominate the person to ask the next question (student nomination).
  • Globally designed materials often suggest form-based questions for language practice which are too general, outside the learners’ experience, or which produce obvious answers. Form-based questions may also be personalised and divergent in that they require elaboration. Thus ‘How often do you brush your teeth?’ is unlikely to either stimulate interest or generate language, whereas ‘How often do you argue with your parents?’ offers the opportunity for follow-up questions as well as producing the target structure.
  • In skills lessons, questions may focus on strategies as well as language (‘Do you have to read everything to get the information?’, ‘Do you need to understand every word?’. ‘What do you think will happen next?’ Questions may also focus on process rather than product (‘How did you guess the meaning of that word?’, ‘Where in the passage did you find the information?’, ‘What helped you to understand what the speaker’s opinion was?’)
  • Student nomination may also be used for obtaining the answers to exercises and comprehension tasks, but feedback on the tasks themselves is equally important and can be dealt with by questions such as ‘What was difficult about that question?’. ‘Did you have enough information?’ and ‘Did you enjoy that activity?’
  • The success of many fluency activities depends on the use of open-ended referential questions, but the teacher can also increase motivation by expressing interest through questions. Some of the best discussions take the form of ‘chats’, often outside the classroom, when paraphrasing and clarification can take place more naturally.

Questions focusing on form, function, meaning, concept and strategies may all be termed ’guidance questions’, and differ from comprehension questions in that learners are not necessarily required to provide correct answers. The overall aim of these questions is to gradually raise awareness of language and skills and to help learners develop strategies for learning in a focused way.
Throughout the lesson, questions play an important role in classroom management, including general questions (‘Can you all see the board?’, ‘Have you got your dictionaries ready?’) and questions for checking progress ‘Ready?’, Have you finished?’. Questions designed to check instructions are vital in order to avoid interrupting a task in order to reinstruct or clarify the task. These questions should be kept simple (‘Are you working alone or in pairs?’, ‘Who’s in group B?’, ‘Are you going to write anything?') and spread around the class.
Many teachers find it difficult to estimate the amount of time needed for a student to respond to a question, often due to pressure of time, impatience or fear of silence. Rushing learners may result in mistakes and frustration. Sufficient ‘wait-time’ is needed for learners to comprehend the question, formulate an answer, process language and respond. Wait-time before nominating and after the initial response encourages longer answers, questions from the learners, self-correction and level of student involvement.
Effective questioning
As with all aspects of teacher talking time, it is not the quantity but the quality and value of questions that is important. When thinking about their questioning technique, teachers might use the following as a check-list:
  • Decide on the purpose of questions.
  • Minimise the use of "yes / no" questions except when checking meaning and understanding or encouraging weaker students.
  • Ask a balance of referential and display questions.
  • Use open-ended (divergent) questions to encourage opinions, elaboration and discussion.
  • Ask questions about important rather than trivial content.
  • Grade language in questions and try not to over-paraphrase.
  • Personalise questions where possible.
  • Avoid questions that contain the answer.
  • Make sure that students clearly understand questions.
  • Spread questions randomly around the class.
  • Balance questions to the whole class with individual student nomination.
  • Give enough time for students to answer.
  • Anticipate students' responses.
  • Give appropriate responses to questions, particularly where correction is required. and in order to extend the dialogue.

Conclusion
Clearly there is more to asking questions than the common division into ‘information’ or ‘wh’, ‘yes/no’, direct and indirect questions, though this is often how they are taught and how learners categorise them. Good questioning provides a model which hopefully will promote correct and intelligent questions from learners.
There are pitfalls such as over-eliciting when the learners have little collective knowledge, and bombarding students with questions of little relevance or importance. The questions ‘Do you understand?’, ‘Is that clear?’ and ‘OK?’ are unlikely to provoke a helpful response. It is also wise to avoid questions which may cause embarrassment or which may offend through sarcasm (‘Are you awake?’).
Given that little training is given in asking questions, and it is rarely mentioned in general ELT texts, teachers are left to develop the technique themselves, and are often unaware of how effective their questions are. The teacher’s questions are therefore a useful focus for peer observation and feedback on a lesson – an awareness-raising exercise for teachers themselves.
Read More ->>

Patahan Sayap

.. sayap itu kini tak lagi sempurna
.. merekah namun tetap terpincang
.. tak tegap bagai sang karang
.. mengembang namun tak terbang

.. aku tak mampu melintas
.. melewati awan terpancar lepas
.. indah menghias tak kenal panas
.. kokoh berdiri terkulai lemas

.. kini ,,
.. sudut pun semakin kosong
.. tak terisi sayap yang hadir
.. tetap terdiam tanpa suara
.. meratap pilu tak kunjung harap
Read More ->>

Kesendirian Tidak Selamanya Mematikan

Ditulis oleh Anne Ahira

Sobat, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian, karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan. 'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah sobat termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi symbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan! Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin sobat pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain sebagainya..! Satu hal yang perlu sobat ingat, kesendirian dengan arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan segala situasinya.
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut:

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat sobat sukai, misalnya dengan membaca, menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan sobat. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian sobat dan belum sempat dilakukan. Sobat bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
Percaya, cara ini akan menyadarkan sobat akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya. Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin sobat wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat sobat masih kecil? Atau mimpi-mimpi lain yang belum terlaksanakan? Saat itu sobat akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus sobat lakukan... Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri sobat. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan sobat di dunia. Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan sobat mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya. Intinya, jangan biarkan sobat terjebak dalam kesendirian dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya berlarut-larut, hingga membuat sobat putus asa. Kalau sobat mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar kita. Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa sobat jadikan teman, dan ajak bicara! Jika sobat mau terbuka, dalam kesendirian sobat bias merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian sobat bias menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang sobat miliki. Dalam kesendirian pula sobat bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali sobat temukan di keramaian! Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada sobat. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini sobat sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', sobat harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan! Kelola-lah perasaan sobat dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
Read More ->>

Saat Kenyataan Tak Sesuai dengan Impian

Ditulis oleh Anne Ahira

Sobat,

Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan impian. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di Universitas A, tapi nyatanya biaya tidak mencukupi. Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan berkelas nasional bahkan internasional, tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya. Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin mengharapkan kenaikan profit 10 kali, malah mengalami kebangkrutan. Apa yang kita harapkan, kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Berikut adalah 3 langkah atau tips yang bisa sobat lakukan saat mimpi tidak sesuai dengan kenyataan:
1. Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis
Jika sobat betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan* untuk bisa bertindak secara fleksible dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi. Sekarang, saya akan buat sebuah analogi sederhana... Saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon yang memiliki batang yang sangat besar tumbang! Apa sebab? Sebab mereka tidak kuat menahan beban yang diterima. Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya yang lentur, maka bambu bisa fleksibel bergerak ke segala arah, dan jarang tumbang! Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta masalah yang datang.
2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik untuk kita!
Saat kenyataan tidak sesuai dengan
impian, percayalah bahwa inilah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bisa jadi justru sebaliknya di mata Tuhan! Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada diri sobat. Jangan biarkan satu kegagalan membuat sobat kecewa, apalagi sampai frustasi dan berlarut-larut. Sobat tahu apa yang saya lakukan jika ada satu mimpi atau keinginan saya  tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:
"Sudahlah Ahira, kamu tdk perlu kecewa, don't ask me why, it is GOOD for you! Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK! Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana.  Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"
Saya biasa mengatakannya di depan cermin dengan penuh keyakinan, tentunya saat saya sendirian! hehe... It works for me! :-) Sobat juga boleh coba nanti ;-)
Apa yang saya lakukan di atas itu
adalah 'afirmasi'. Afirmasi adalah kata-kata positif yang diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk  membentuk citra positif untuk mengurangi sikap-sikap negatif dalam diri kita. Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam' oleh alam bawah sadar kita. Dan jika terus menerus diucapkan & dengan penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau AKAN menjadi seperti itu adanya, yang kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi  itu sama seperti DO'A. Okay, sekarang selanjutnya! :-)
Meski saat ini apa yang kita harapkan belum sesuai dengan impian, namun kita harus....
3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!
Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang! :-) Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat kita menjadi sombong, dan karena saking sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak mau hamba-Nya berbuat dosa. :-) Sobat, setiap kemenangan itu lebih baik dirintis dari setiap peluh kita! Akan lebih baik jika kemenangan itu kita dapatkan setahap demi setahap. Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi, ada yang tidak. Liku hidup setiap manusia memang tidak sama. Tapi ingat, kesempatan untuk menang itu selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali! Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari Tuhan, masih banyak yang menggantung di langit! :-) Sekarang tinggal bagaimana cara sobat! Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan turun dengan sendirinya? Saya sarankan, jangan pernah memilih yang kedua :-) Kita semua tahu bahwa yang namanya kemenangan itu seringkali dimiliki oleh mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!

Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2011/11/artikel-pendidikan-artikel-motivasi_2213.html#ixzz2AgZGBIrt
Read More ->>

Pendidikan, Orang Miskin Silakan Minggir!

SESUAI ketentuan regulator pendidikan (kemendiknas dan pemda) bahwa pendidikan di tingkat sekolah dasar bebas uang sekolah alias gratis, tetapi di lapangan tidak bebas dari pungutan. Sudah jadi rahasia umum bahwa orang tua (ortu) murid selalu dikenakan ketentuan biaya tambahan dengan dalih macam-macam. Memang pungutan itu secara resmi ditentukan secara musyawarah melalui komite sekolah atau persatuan ortu murid, tetapi semangat yang dibangun dalam pertemuan itu adalah berupaya mencari pemasukan dari semua ortu.
Pendidikan yang baik memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi dalam musyawarah itu selalu saja membebankan biaya kepada ortu dan tidak pernah secara kreatif mencari sumber-sumber dana lain seperti kerjasama dengan pihak industri. Jika kegiatan ini dilakukan tentu tidak akan banyak membebani ortu, terutama mereka yang kurang mampu membayar pungutan.
Bukan rahasia umum lagi bahwa dunia pendidikan kita sangat mudah dijadikan obyek bisnis bagi sebagian orang. Ini terlihat mulai dari menjamurnya bimbingan belajar (tes), uang masuk sekolah yang selangit, hingga digantinya buku-buku pelajaran dengan yang baru.
Semua itu tentu menjadi beban murid (orangtua) unruk membelinya. Pihak sekolah atau Kementerian Pendidikan seolah menutup mata akan beban orang tua atas biaya cukup besar saat mereka memasukkan 'buah hatinya' ke sekolah.
Sekolah seolah menutup telinga atas berbagai 'teriakan' dan keluhan orang tua terhadap banyaknya punglimi (pungutan liar tapi resmi) itu. Seperti biasa tentu pemangku kebijakan dan pihak penyelenggara pendidikan selalu siap dengan berbagai dalih jitu yang dapat dianggap sebagai pembenaran munculnya 'proyek' bisnis tersebut.
Alhasil, masyarakat miskin di negara kita makin trauma dan stres jika memasukkan anaknya ke sekolah karena biaya yang terus membengkak.
Kurangnya empati terhadap penderitaan rakyat merupakan fenomena yang (sudah biasa) terlihat pada sebagian kalangan berkuasa di negeri ini (pejabat) tatkala mengeluarkan kebijakan yang tidak bijak itu. Inilah pemandangan yang akrab kita lihat di berbagai sektor kehidupan.
Semua sektor kehidupan di masyarakat pun akhirnya nyaris ikut meniru atau 'mengcopy paste' nyaris sempurna mentalitas buruk si penguasa yang tidak empatik tersebut. Jadilah, sektor pendidikan melalui kalangan yang memiliki wewenang "mengatur" kegiatan pendidikan turut berperilaku tidak empatik atas penderitaan rakyat miskin.
Lebih jauh lagi,anggota komite sekolah yang berasal dari unsur orang tua umumnya berasal dari status sosial ekonomi menengah ke atas biasanya juga ikut-ikutan menyetujui apa yang diajukan pihak sekolah. Lengkaplah sudah sikap dan perilaku yang tidak memihak rakyat miskin dalam dunia pendidikan kita.
Penyelenggaraan pendidikan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai amanah konstitusi RI kita, seakan dibiarkan "go public" alias mengikuti selera pasar bak pebisnis memanfaatkan peluang bisnisnya. Inilah salah satu efek dari apa yang dinamakan tata pandang neolib dalam pendidikan suatu paham yang membiarkan pendidikan mengkuti mekanisme pasar bebas. Pendidikan kita sangat kapitalistik, mereka mengandalkan dana, modal, uang atau kapital.
Orang kaya silakan maju dan menikmati pendidikan, orang miskin silahkan mundur dan tergusur. Inilah kondisi runyam pendidikan kita dewasa ini yang tak patut dijadikan contoh bagi generasi penerus pemerintahan.
Read More ->>

KECEPATAN MALAIKAT



Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Grehttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQmscNYZlfSy32eSkw2g7eMjJfidO3xJwlHD-O6kIoUrEpGH4s6vEnhzWMP7wuwpbAkBVZF7bgK9hCTmaLUAm5GJI4joVbQhIjg9-aoEVte6suxGoJGqlq4aCazbmUw2rNBif-Xqj6JSk/s640/fenomena-langka-awan-malaikat.jpgatest Speed.

Ilustrasi I
Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur'an yang lain?


Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.

Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4

1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:


Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.

Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwukWKOzvES1qpElF2o31j-MVf_QlbcD0rv9laY4AazpvB2NjLNIlAFrqrvdIdUvnO6abVOCPgn0yGtn9jmxl7pYrjZp83GxLhQ7gWV6MW6Rns0FJgZ1ON0gh0QZJx5_Uk5rse9P2FSE8/s640/jibril.jpg

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur'an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

Ilustrasi 2
Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk Al Qur'an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur'an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT.


Sumber : http://situsangkakala.blogspot.com/2012/08/kecepatan-terbang-malaikat-jibril.html

Read More ->>